June 12, 2026
bolaaa

PELANGI4D – Nama Robin Roefs menjadi satu di antara cerita menarik yang menghiasi Piala Dunia 2026. Kiper berusia 22 tahun itu berhasil menembus skuad Timnas Belanda setelah menjalani perjalanan karier yang terbilang luar biasa dalam beberapa musim terakhir.

Tidak banyak yang menyangka penjaga gawang kelahiran Heeswijk-Dinther tersebut bisa melesat begitu cepat. Dari akademi NEC Nijmegen, Roefs berkembang menjadi andalan di Eredivisie sebelum akhirnya mendapat kesempatan besar berkarier di Premier League bersama Sunderland.

Selalu Bersama Bola Sejak Kecil

Sang ibu mengenang bagaimana Roefs nyaris tidak pernah bisa diam ketika masih kecil. Hampir setiap waktunya dihabiskan bersama bola.

“Dia selalu sibuk melakukan sesuatu. Tidak bisa diam. Selalu bermain bola di luar rumah, bermain bola di dalam rumah. Dan dia selalu ingin menang,” kenangnya.

Bahkan saat masih berusia sembilan tahun, Roefs sempat mengalami patah hidung ketika bermain dalam sebuah pertandingan di kampung halamannya. Keluarganya sempat khawatir insiden tersebut akan membuatnya berhenti menjadi penjaga gawang.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“Saya sempat berpikir mungkin dia akan berhenti menjadi kiper. Tetapi dia benar-benar menyukai posisi itu. Jadi dia tetap melanjutkannya,” ujarnya.

Bakat Roefs mulai terlihat ketika bergabung dengan akademi NEC Nijmegen. Meski awalnya hanya menjadi kiper kedua, tak butuh waktu lama hingga ia menjadi pilihan utama di setiap kelompok umur.

Sosok Tenang yang Mudah Berkembang

Mantan pelatih akademi NEC, Wilfred Brookhuis, mengaku sulit memprediksi apakah seorang pemain muda akan menjadi bintang dunia. Namun, Roefs memiliki sejumlah kualitas yang membuatnya berbeda.

“Dia sangat tenang. Sangat sopan. Dia tahu apa yang ingin dia lakukan. Itu sangat penting,” katanya.

Menurut sang pelatih, salah satu kekuatan terbesar Roefs adalah kemampuannya menerima arahan dan terus berkembang.

“Dia sangat mudah dilatih. Kami bisa berdiskusi dengannya, dan dia memikirkan masukan yang diberikan. Bersama-sama kami bisa membantunya berkembang,” lanjutnya.

Karakter tenang itu sudah terlihat sejak Roefs masih berusia 15 tahun. Dengan postur tubuh menjulang, ia menjadi sosok yang mencolok di antara rekan-rekannya.

“Dia berbeda dari pemain lain. Dia memiliki sesuatu yang lebih,” kata pelatih lain yang pernah memantaunya di akademi NEC.

Momen yang Mengubah Kariernya

Kesempatan besar Roefs datang saat NEC Nijmegen menghadapi Utrecht. Ketika itu ia harus masuk menggantikan kiper utama tanpa melakukan pemanasan yang memadai.

Namun, situasi sulit tersebut justru menjadi titik balik kariernya.

“Dia masuk tanpa pemanasan, tetapi berdiri di bawah mistar seperti kiper senior. Dia membuat beberapa penyelamatan luar biasa,” ujar mantan staf pelatih NEC, Rogier Meijer.

Sejak laga itu, NEC semakin yakin bahwa Roefs memiliki kualitas untuk menjadi penjaga gawang utama dalam jangka panjang.

Keyakinan tersebut terbukti. Pada musim berikutnya, terutama di paruh kedua kompetisi, Roefs menjadi figur penting yang membantu NEC meraih sejumlah hasil krusial.

“Salah satu pertandingan yang paling saya ingat adalah saat melawan Utrecht di kandang lawan. Kami sangat membutuhkan poin dan Robin tampil luar biasa. Dia membuat penyelamatan penting pada menit-menit akhir,” kata Rogier Meijer lagi.

Baca juga berita berita menarik lainnya seputaran pelangi4d disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *