June 23, 2026
library_upload_24_2026_06_1280x720_senegal-xi_e6ce707

Dihajar Norwegia, Senegal Korban Lanjutan Kutukan Juara Afrika di Piala Dunia

PELANGI4D – Senegal berada di ambang eliminasi fase grup Piala Dunia 2026 FIFA setelah menelan dua kekalahan dalam dua pertandingan pertama. Tim asuhan Pape Thiaw kalah 1-3 dari Prancis dan kemudian tumbang 2-3 dari Norwegia di MetLife Stadium, Selasa (23/6/2026) pagi WIB.

Situasi tersebut membuat juara Afrika itu menghadapi tekanan besar menjelang laga terakhir grup melawan Irak. Mereka masih memiliki peluang lolos, tetapi harus mengejar defisit selisih gol yang saat ini berada di angka minus tiga.

Kondisi itu memperpanjang tren sulit yang kerap dialami juara Piala Afrika saat tampil di Piala Dunia. Sepanjang sejarah, hanya sedikit juara bertahan Piala Afrika yang mampu melangkah melewati fase grup turnamen dunia tersebut.

Kini perhatian tidak hanya tertuju pada peluang Senegal untuk bertahan, tetapi juga pada berbagai persoalan yang membayangi performa tim selama turnamen berlangsung.

Rekam Jejak Juara Afrika yang Sulit Bersinar di Piala Dunia

Rekam Jejak Juara Afrika yang Sulit Bersinar di Piala Dunia

Bintang Senegal, Sadio Mane berjalan lesu keluar lapangan usai dikalahkan Norwegia di Piala Dunia 2026, 23 Juni 2026 yang digelr di East Rutherford, N.J.. (c) AP Photo/Steve Luciano

Sebelum turnamen dimulai, Senegal datang dengan status sebagai salah satu kekuatan terbesar Afrika. Generasi saat ini telah mencapai tiga final Piala Afrika dalam empat edisi terakhir dan memenangi dua di antaranya.

Mereka juga mencatat sejarah dengan lolos ke tiga Piala Dunia secara beruntun. Pada edisi 2018 Senegal tersingkir karena aturan fair play, sedangkan pada 2022 mereka berhasil mencapai babak 16 besar.

Namun catatan sejarah menunjukkan bahwa kesuksesan di Afrika tidak selalu berlanjut di panggung dunia. Hanya Nigeria pada 1994 dan 2014 serta Senegal pada 2022 yang mampu lolos dari fase grup sebagai juara bertahan Afrika.

Meski demikian, peluang Senegal belum sepenuhnya tertutup karena delapan tim peringkat ketiga terbaik masih berhak melaju ke fase gugur.

Masalah Internal Tak Berhenti Mengiringi Senegal

Menjelang pertandingan melawan Norwegia, Senegal menghadapi sejumlah persoalan di luar lapangan. Laporan mengenai bonus yang belum dibayarkan, kualitas konsumsi tim, hingga kontrak pelatih yang belum ditandatangani menjadi perhatian.

Pape Thiaw sebelumnya menegaskan bahwa berbagai isu tersebut tidak akan memengaruhi performa tim. Ia tetap yakin para pemain mampu fokus menghadapi pertandingan penting.

“Masalah-masalah yang mengelilingi tim pekan ini tidak akan berdampak pada penampilan kami melawan Norwegia,” kata Thiaw dalam konferensi pers.

Setelah kekalahan kedua beruntun, Senegal kini membutuhkan hasil positif saat menghadapi Irak untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Performa Koulibaly Jadi Sorotan

Di tengah kesulitan Senegal, keputusan memainkan kapten Kalidou Koulibaly menjadi salah satu sorotan utama. Bek veteran itu baru kembali dari cedera dan belum bermain untuk Al-Hilal sejak awal April.

Thiaw tetap memasangnya sebagai starter saat menghadapi Prancis dan Norwegia. Namun keputusan tersebut tidak menghasilkan dampak yang diharapkan karena Koulibaly kesulitan menghadapi penyerang lawan.

Saat melawan Norwegia, ia melakukan kesalahan yang berujung gol Marcus Pedersen menjelang turun minum. Setelah itu, ia kembali dinilai kurang sigap ketika Erling Haaland membawa Norwegia unggul.

Koulibaly akhirnya ditarik keluar pada menit ke-72. Dengan satu pertandingan tersisa di fase grup, Senegal masih harus mencari solusi untuk memperbaiki performa tim sekaligus menjaga peluang bertahan di Piala Dunia.

Baca juga: Hasil Prancis vs Irak: Badai Petir Iringi Langkah Les Bleus ke Babak 32 Besar

Link Resmi: PELANGI 4D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *